2. Propagasi Sinyal Dalam Saluran Transmisi

            A.    Pengertian Propagasi Sinyal Dalam Saluran Transmisi

Propagasi sinyal adalah proses perambatan gelombang radio dari antena pemancar sampai ke antena penerima. Redaman propagasi merupakan salah satu parameter penting untuk menentukan power transmit dan coverage dari suatu site. propagasi radio yang paling banyak digunakan untuk memprediksi perilaku transmisi seluler. Propagasi gelombang radio didefinisikan sebagai perambatan gelombang radio di suatu medium (umumnya udara). Propagasi gelombang radio dapat dikatakan ideal jika gelombang yang dipancarkan oleh antena pemancar diterima langsung oleh antena penerima tanpa melalui suatu hambatan (Line Of Sight/LOS).

B.    Jenis-Jenis Media Transmisi

                        ·       Media Transmisi Terpadu (Guided Transmission Data)

Media transmisi terpadu adalah media kasat mata yang mentransmisikan sekaligus memandu gelombang untuk menuju pada tujuan. Contoh dari media-media ini adalah kabel yang digunakan untuk komunikasi data, yakni:

o   Kabel twisted pair, salah satu kabel yang sering digunakan untuk jaringan komputer.

o   Kabel koaksial, kabel yang terdiri dari dua konduktor dan digunakan untuk pita frekuensi yang besar.

o   Kabel serat optik, kabel yang bisa menyebarkan data hingga dengan kecepatan sangat tinggi dalam orde GB/s.




Kelebihan :

o   Kabel fiber optic ini dapat bekerja dengan kecepatan tinggi dalam transmisi informasi data, bahkan bisa mencapai 1 Gbps (1000 Mbps).

o   Relatif awet atau tidak mudah rusak dikarenakan lapisan material yang dipakainya.

o   Dapat membawa paket-paket dengan kapasitas besar (Bandwitch).

o   Terhindar dari interferensi elektromagnetik, ataupun gangguan dari luar.

o   Dapat mengirim sinyal yang cukup jauh, tanpa perlu repeater.

o   Tidak memungkinkan terjadinya konsleting, karena bahan inti kabel fiber optic terbuat dari serat kaca.

Kekurangan :

o   Harga kabel fiber optic cukup mahal.

o   Perlu adanya perangkat khusus saat instalasi. Contohnya alat splicing ditambah converer FO.

o   Jika rusak atau kabel putus, perlu adanya ahli di bidangnya untuk progress pengecekkan.

o   Tidak dapat diinstal di jalur yang berbelok, dikarenakan pengaruh dari gelombang cahaya yang di transmisikan via serat kaca tersebut.

·       Media Transmisi Tidak Terpadu (Unguided Media atau Wireless)

Media ini menggunakan sistem gelombang elektromagnetik dalam mentransmisikan informasi dari pengirim ke penerima. Unguided media sendiri lebih dikenal dengan sebutan wireless yang berarti tanpa kabel. Berikut beberapa media yang digunakan unguided media, yakni:

o   Frekuensi radio, pada umumnya radio menggunakan antena untuk menyebarkan gelombang elektromagnetiknya. Misalnya, tv, radio, dan lainnya.

o   Gelombang mikro, media transmisi ini menggunakan gelombang elektromagnetik paling tinggi hingga 3GHz hingga 30GHz.

o   Infra red, media ini menggunakan radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya tampak tapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.

o   Satelit, merupakan media transmisi yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut dengan channel transponder.




Kelebihan :

o   Tidak terpaku di satu titik saja, selama masih dalam jangkauannya user bisa menggunakan koneksi wireless.

o   Instalasi cukup mudah, karena hanya memerlukan perangkat pemancar.

Kekurangan :

o   Dapat terjadi interferensi dengan gelombang radio lain.

o   Radiasi dari alat pemancar wireless dapat mengganggu kesehatan, tergantung besar kecilnya pemancar.

o   Konfigurasi yang cukup rumit, misal untuk jaringan Point to Point diperlukan konfigurasi sisi AP ataupun Station.

o   Untuk perangkat radio atau antena wireless yang di outdoor terutama di BTS yang tinggi / tower sangat riskan terhadap gangguan, baik dari petir, hujan atau hal lain. Maka perlu perawatan ekstra.

C.    Gangguan Dalam Saluran Transmisi

Sinyal merambat melalui media transmisi dari pengirim menuju ke penerima. Selama melalui proses rambatan tersebut sinyal akan mengalami penurunan energi dan juga menerima gangguan eksternal. Berikut beberapa gangguan yang dapat terjadi pada saluran transmisi :

·       Atenuasi

Atenuasi merupakan peristiwa hilangnya energi akibat adanya gesekan elektron dengan media (terbuang menjadi energi panas). Hal ini menyebabkan adanya penurunan daya sinyal pada sisi penerima (Ptujuan) jika dibandingkan dengan daya yang dikirimkan oleh sisi pengirim (Psumber). Gangguan akibat adanya atenuasi ini dapat diatasi dengan menambahkan peralatan yang disebut dengan repeater di antara sisi pengirim dan sisi penerima.

·       Distorsi

Distorsi mengakibatkan adanya perubahan bentuk sinyal di sisi penerima sehingga peralatan pada sisi penerima tidak dapat mendeteksi sinyal dengan benar. Salah satu penyebab distorsi adalah adanya berbagai macam filter di sepanjang jalur komunikasi antara pengirim dan penerima. Karena tidak ada filter yang bersifat ideal, maka sinyal yang melewatinya pasti akan terdistorsi. Salah satu jenis distorsi yang secara dominan mengganggu komunikasi data terutama dalam komunikasi nirkabel disebut dengan istilah Inter-Symbol Interference (ISI).

·       Noise (Derau)

Derau dapat dikategorikan ke dalam beberapa macam, yaitu :

o   Thermal noise      

Thermal noise secara natural terjadi akibat adanya gesekan elektron dalam media.

o   Induced noise

Induced noise berasal dari perangkat-perangkat lain di sekitar jalur komunikasi, misalnya adanya medan listrik di sekitar media komunikasi.

o   Crosstalk

Terjadi akibat saling pengaruh antara media kabel. Tidak jarang saat anda berbicara melalui pesawat telepon, pada saat bersamaan anda mendengar pembicaraan orang lain. Inilah yang disebut dengan crosstalk.

o   Impulse noise

Impulse noise merupakan derau dengan energi sangat tinggi tetapi berlangsung dalam waktu cukup singkat. Misalnya, energi yang berasal dari petir yang menjalar melalui media komunikasi dapat digolongkan sebagai impulse noise.

Komentar

Popular Posts