3. Aplikasi Filter Aktif
Pemakaian filter dalam dunia elektronika
dan telekomunikasi telah dilakukan pada decade terakhir terutama filter aktif karena banyak memeiliki
keuntungan dibanding dengan filter pasip. Hal ini dimungkinkan dengan
tersedianya OP-Amp dalam bentuk IC yang berisi 4 Op Amp (Quad). Rangkaian
Filter aktif pada umumnya berbentuk Low Pass Filter (LPF), High Pass Filter
(HPF), Band Pass Filter (BPF) dan Stop Band Filter(Notch Filter). Filter
merupakan dasar dalam mendiasin berbagai peralatan seperti Equaliser, Cross
Over, Screch dan Rumbel Filter, Hum Filter dan juga pada digunakan pada
berbagai jenis pemancar. Jenis filter yang sangat terkenal adalah filter
Butterwoth dan Chebbychef.
Komponen
Rangkaian Filter Aktif
·
Kapasitor
Fungsi kapasitor (kondensator) di
antaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian tuner, sebagai
perata arus pada rectifier dan juga sebagai filter di dalam Rangkaian Power
Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk kapasitor (kondensator) adalah Farad
(F).
·
Resistor
Resistor atau hambatan ini merupakan
komponen elektronika pasif yang memiliki fungsi guna menghambat serta mengatur
arus listrik di dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor atau hambatan ini
juga memiliki satuan yang disebut dengan Ohm
·
OP-AMP
Pengertian Op-Amp (Operational
Amplifier) adalah salah satu dari bentuk
IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri
dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang terinter koneksi
dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan)
yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp
atau Operational Amplifier sering disebut juga dengan Penguat Operasional.
·
Transistor
Transistor merupakan komponen
elektronika yang berguna untuk menyambung, modulasi sinyal, pemutus dan
modulasi tegangan. Selain itu transistor juga digunakan sebagai switch
otomatis. Transistor dalam hal ini bekerja untuk mengalihkan listrik dari
sumbernya secara akurat.
·
Induktor
fungsi Induktor atau Coil diantaranya
adalah dapat menyimpan arus listrik dalam medan magnet, menapis (Filter)
Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC), meneruskan arus searah (DC)
dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.
A. Rangkaian
Filter aktif
1. Low Pass Filter (LPF)
Low Pass Filter atau sering disingkat dengan LPF adalah Filter atau Penyaring yang melewatkan sinyal Frekuensi rendah dan menghambat atau memblokir sinyal Frekuensi tinggi. Dengan kata lain, LPF akan menyaring sinyal frekuensi tinggi dan meneruskan sinyal frekuensi rendah yang diinginkannya. Sinyal yang dimaksud ini dapat berupa sinyal listrik seperti sinyal audio atau sinyal perubahan tegangan. LPF yang ideal adalah LPF yang sama sekali tidak melewatkan sinyal dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (fc) atau tegangan OUPUT pada sinyal frekuensi diatas frekuensi cut-off sama dengan 0V. Dalam bahasa Indonesia, Low Pass Filter ini sering disebut dengan Penyaring Lolos Bawah atau Tapis Pelewat Rendah.
Penyaring Lolos Bawah atau Low Pass Filter ini dapat dibuat dengan menggunakan beberapa macam komponen pasif seperti Resistor dan Kapasitor atau Induktor. Low Pass Filter yang dibuat dengan Resistor dan Kapasitor disebut dengan Low Pass RC Filter sedangkan Low Pass Filter yang dibuat dengan Resistor dan Induktor disebut dengan Low Pass RL Filter. Filter yang hanya menggunakan komponen pasif ini sering disebut dengan Filter Pasif, Filter Pasif ini tidak memiliki elemen penguat seperti Transistor dan Op-Amp sehingga tidak memiliki perolehan penguatan sinyal, oleh karena itu tingkat OUTPUT-nya selalu kurang dari tingkat INPUT-nya.
2. High Pass Filter (HPF)
High Pass Filter atau biasanya
disingkat dengan HPF adalah Filter atau penyaring frekuensi yang dapat
melewatkan sinyal frekuensi tinggi dan menghambat atau memblokir sinyal
frekuensi rendah. Dengan kata lain, sinyal Frekuensi tinggi akan lebih mudah
melewati High Pass Filter (HPF) sedangkan sinyal frekuensi rendah akan dihambat
atau dipersulit untuk melewatinya. HPF yang ideal adalah HPF yang sama sekali
tidak melewatkan sinyal dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-off. Pada
dasarnya, High Pass Filter (HPF) adalah kebalikan dari Low Pass Filter (LPF).
Dalam bahasa Indonesia, High Pass Filter disebut juga dengan Tapis Lolos
Tinggi, Tapis Pelewat Tinggi atau Penyaring Lolos Atas.
Tapis Lolos Tinggi atau High Pass
Filter ini dapat dibuat dengan menggunakan komponen pasif seperti Resistor
dengan Kapasitor atau Induktor. High Pass Filter yang dibuat dari Resistor dan
Kapasitor disebut dengan High Pass RC Filter sedangkan High Pass Filter atau
HPF yang terbuat dari Resistor dan Induktor disebut dnegan High Pass RL Filter.
Filter Pasif yaitu filter yang menggunakan komponen pasif ini tidak memiliki
elemen penguat seperti Transistor dan Op-Amp sehingga tidak memiliki perolehan
penguatan sinyal, oleh karena itu tingkat OUTPUT-nya selalu kurang dari tingkat
INPUT-nya.
3. Band Pass Filter (BPF)
Band Pass Filter atas sering
disingkat dengan BPF adalah filter atau penyaring frekuensi yang melewatkan
sinyal frekuensi dalam rentang frekuensi tertentu yaitu melewatkan sinyal yang
berada diantara frekuensi batas bawah hingga frekuensi batas atasnya. Dengan
kata lain, Band Pass Filter atau Tapis Lolos Atas ini akan menolak atau
melemahkan sinyal frekuensi yang berada diluar rentang yang ditentukan
tersebut. Salah satu aplikasi sederhana Band Pass Filter adalah pada penguat audio,
pengendali nada (tone control) dan penyaring crossover speaker. Pada
rangkaian-rangkaian tersebut, kadang-kadang hanya perlu melewatkan rentang
frekuensi tertentu yang tidak dimulai dari 0Hz atau memerlukan sinyal yang
berakhir pada suatu titik frekuensi tinggi tertentu. Tapis Lolos Antara atau
Band Pass Filter (BPF) Pasif yang dapat meloloskan rentang atau pita frekuensi
tertentu ini pada dasarnya dapat dihasilkan dengan cara menggabungkan rangkaian
Low Pass Filter (Tapis Lolos Bawah) dan rangkaian High Pass Filter (Tapis Lolos
Atas).
4. Band Stop Filter
Band Stop Filter adalah filter atau
penyaring frekuensi yang menolak dan memblokir frekuensi yang berada di antara
dua titik cut-off, sedangkan semua frekuensi yang berada di bawah frekuensi
tertentu (dibawah titik cut-off) dan semua frekuensi yang berada diatas
frekuensi tertentu (diatas titik cut-off) akan dilewatkannya. Dengan kata lain,
Band Stop Filter akan melewatkan semua frekuensi yang berada di luar kedua sisi
rentang titik cut-off tersebut. Band Stop Filter atau juga sering disebut
dengan Notch Filter ini pada dasarnya merupakan kombinasi dari Low Pass Filter
dan High Pass Filter yang dihubungkan secara paralel. Koneksi ini berbeda
dengan Band Pass Filter yang menghubungkan Low Pass Filter dan High Pass Filter
secara seri. Perlu diketahui bahwa Karakteristik Band Stop Filter (BSF) adalah
berlawanan dengan karakteristik Band Pass Filter (BPF). Ketika sinyal input
diberikan, frekuensi rendah dilewatkan melalui Low Pass Filter (Tapis Lolos
Bawah) pada rangkaian BSF. Demikian juga frekuensi tinggi akan dilewatkan
melalui High Pass Filter pada rangkaian BSF seperti yang ditunjukkan dalam
diagram blok dan bentuk karakteristik Band Stop Filter.
Dari gambar karakteristik diatas
terlihat bahwa fL adalah frekuensi cut-off pada Low Pass Filter dan fH adalah
frekuensi cut-off pada High Pass Filter. Sedangkan frekuensi tengah (frekuensi
center) atau fC=√(fLx fH).








Komentar
Posting Komentar